Tinutuan, atau yang lebih dikenal sebagai bubur Manado, adalah hidangan sehat yang kaya akan sayuran dan rempah. Kelezatan dan kandungan gizi tinggi membuatnya menjadi favorit di Sulawesi Utara.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Hidangan ini sangat ideal untuk sarapan, memberikan kehangatan dan energi yang dibutuhkan di pagi hari. Dengan bahan-bahan alami, Tinutuan bukan hanya enak tetapi juga baik untuk kesehatan.
Bahan-Bahan yang Diperlukan
Untuk membuat Tinutuan, beberapa bahan utama mudah ditemukan seperti beras, labu kunir, daun bawang, bayam, dan sayuran lainnya. Setiap bahan tersebut memberikan tekstur dan rasa khas pada bubur Manado.
Selain bahan utama, bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan garam juga diperlukan untuk memberikan cita rasa yang menyatu. Kombinasi ini menjadikan Tinutuan sebagai hidangan yang kaya rasa dan menggugah selera.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Cara Memasak Tinutuan
Langkah pertama dalam memasak Tinutuan adalah mencuci beras hingga bersih. Setelah itu, beras direbus dalam panci berisi air hingga setengah matang.
Setelah beras siap, tambahkan sayuran yang telah dipotong, seperti labu kunir dan bayam ke dalam panci. Aduk merata sambil terus memasak hingga semua bahan matang dan tekstur bubur menjadi creamy.
Jangan lupa untuk menambahkan bumbu yang sudah dihaluskan, kemudian masak selama beberapa menit lagi hingga rasa menyatu. Akhirnya, Tinutuan siap disajikan.
Nutrisi dan Manfaat Tinutuan
Tinutuan bukan hanya sekadar makanan yang lezat, tetapi juga mengandung banyak nutrisi. Dengan kandungan sayuran yang melimpah, bubur ini menjadi sumber serat yang sangat baik.
Tak hanya itu, Tinutuan juga kaya akan vitamin dan mineral yang penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Mengonsumsi hidangan ini secara teratur dapat berkontribusi pada peningkatan sistem imun serta menjaga stamina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: