Senin, 09 JUNI 2025 • 11:07 WIB

Kecanduan Gula: Lebih Berbahaya dari yang Kita Pikirkan

Author

Generated by Journalist AI

santaitalks.com – Kecanduan gula merupakan isu kesehatan yang semakin sering dibahas di kalangan masyarakat. Berbagai riset mengungkap bahwa dampak negatifnya bisa jauh lebih berat dibandingkan dengan kecanduan kafein dari kopi.

Mengapa Gula Bisa Mengakibatkan Kecanduan?

Gula merupakan salah satu sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Saat kita mengonsumsi gula, tubuh melepaskan dopamin, zat di otak yang membuat kita merasa bahagia, yang kemudian menimbulkan keinginan untuk mengonsumsinya lebih banyak.

Banyak produk makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan, bahkan dalam makanan yang tampaknya tidak manis seperti saus tomat atau roti. Hal ini membuat konsumsi gula menjadi bagian sehari-hari yang sulit untuk dihindari.

Ketersediaan gula dalam berbagai makanan memperbesar peluang orang untuk mengalami kecanduan, semakin menambah angka konsumsi gula di masyarakat.

Dampak Negatif Kecanduan Gula bagi Kesehatan

Kecanduan terhadap gula dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari obesitas hingga diabetes. Selain itu, pengaruh makanan manis juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Penelitian menunjukkan bahwa tingginya asupan gula berkaitan dengan terjadinya peradangan di dalam tubuh. Peradangan ini diketahui menjadi faktor pemicu timbulnya sejumlah penyakit kronis yang bisa membahayakan kesehatan.

Perbandingan dengan Kafein: Apa yang Harus Diketahui?

Kopi dikenal mengandung kafein yang dapat meningkatkan konsentrasi dan energi seseorang. Meskipun ada potensi untuk menjadi kecanduan, gejala yang ditimbulkan akibat pengurangan kafein biasanya lebih ringan dan bisa dikelola dengan lebih mudah.

Bagi sebagian orang, penurunan konsumsi kopi dapat membawa dampak seperti sakit kepala atau merasa lelah, tetapi hal ini tidak sebanding dengan risiko besar yang ditimbulkan oleh kecanduan gula bagi kesehatan jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU