Fenomena Weekend Hyper-Productive: Kelelahan di Balik Aktivitas Tanpa Hasil
Di tengah kehidupan yang serba cepat, muncul fenomena baru bernama 'hyper-productive weekend', di mana banyak orang merasa sibuk namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Meskipun banyak yang berusaha memanfaatkan akhir pekan untuk mengejar target, kenyataannya banyak yang mengalami kelelahan dan stres tanpa pencapaian yang berarti.
Hyper-productive weekend merujuk pada situasi ketika seseorang terlibat dalam berbagai aktivitas di akhir pekan, tetapi tidak menghasilkan output yang berguna. Aktivitas tersebut dapat berupa pekerjaan, hobi, atau bersosialisasi, tetapi lebih sering terasa melelahkan tanpa memberikan manfaat.
Berdasarkan survei terbaru, sekitar 68% pekerja mengaku merasakan fenomena ini. Karyawan merasa terdesak untuk memanfaatkan setiap menit di akhir pekan, namun akhirnya lelah tanpa pencapaian yang berarti.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Beberapa faktor berkontribusi terhadap fenomena ini. Tekanan dari lingkungan kerja yang semakin tinggi menyebabkan pekerja merasa harus selalu produktif, bahkan pada akhir pekan.
Ekspektasi sosial pun berperan besar. Media sosial seringkali menunjukkan pencapaian orang lain di akhir pekan, menciptakan budaya tidak sehat di mana tiap orang merasa perlu melakukan lebih banyak kegiatan tanpa henti.
Rutinitas ini memiliki dampak signifikan bagi kesehatan mental dan fisik pekerja. Banyak yang mengalami burnout karena kurangnya waktu untuk istirahat yang cukup.
Menurut Dr. Rina, seorang psikolog yang mengamati fenomena ini, "Kelelahan mental bisa mengganggu produktivitas di hari kerja selanjutnya." Hubungan sosial juga terkena dampak, sehingga orang tidak memiliki waktu untuk bersantai dengan keluarga atau teman-teman.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: