BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 11:18 WIB

Mitos dan Fakta Tentang Sarapan Terlambat: Dampaknya pada Kesehatan dan Berat Badan

Mitos dan Fakta Tentang Sarapan Terlambat: Dampaknya pada Kesehatan dan Berat BadanMitos dan Fakta Tentang Sarapan Terlambat: Dampaknya pada Kesehatan dan Berat Badan

Banyak yang mempertanyakan apakah sarapan yang terlambat dapat memicu kenaikan berat badan. Dalam dunia kesehatan, terdapat berbagai pandangan mengenai dampak waktu sarapan terhadap tubuh dan metabolisme.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz

Artikel ini menyajikan penjelasan mendalam tentang mitos dan fakta seputar kebiasaan sarapan terlambat, sehingga memberikan wawasan lebih untuk memahami pola makan yang sehat.

Pengaruh Sarapan pada Metabolisme

Sarapan berfungsi sebagai sumber energi pertama setelah tidur sepanjang malam. Banyak pakar nutrisi sepakat bahwa melewatkan sarapan dapat berdampak negatif pada metabolisme tubuh.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan sarapan berbeda bagi setiap individu. Beberapa orang mungkin lebih cocok dengan gaya sarapan yang berbeda-beda.

Meskipun ada variasi individu, penting untuk memahami bahwa sarapan memengaruhi metabolisme secara berbeda tergantung pada kondisi fisik masing-masing.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Mitos Tentang Sarapan Terlambat

Salah satu mitos yang umum beredar adalah bahwa sarapan terlambat berkontribusi pada penambahan berat badan. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kualitas makanan yang dikonsumsi lebih menentukan daripada waktu makan.

Sebagai contoh, sarapan yang kaya protein dan serat dapat membantu mengontrol rasa lapar sepanjang hari. Dengan demikian, sarapan yang terlambat tidak selalu berdampak buruk jika makanan yang tepat dipilih.

Jadi, penekanan sebaiknya lebih kepada jenis makanan ketimbang waktu menyantapnya.

Kapan Waktu Terbaik untuk Sarapan?

Waktu terbaik untuk sarapan sebetulnya bervariasi bagi setiap orang. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sarapan dalam satu sampai dua jam setelah bangun tidur dapat meningkatkan fokus dan kesehatan.

Namun, jika seseorang merasa lapar jauh setelah waktu sarapan yang umum, itu bukanlah hal yang perlu dicemaskan. Yang terpenting adalah menjaga pola makan seimbang dan tidak melewatkan makanan penting lainnya.

Mengatur waktu makan dengan bijak, terlepas dari kapan sarapan dilakukan, masih menjadi kunci untuk menjaga berat badan yang ideal.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mitos dan Fakta Tentang Sarapan Terlambat: Dampaknya pada Kesehatan dan Berat Badan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!