Lontong Balap: Ikon Kuliner Surabaya yang Menggugah Selera
Siapa yang tidak mengenal lontong balap? Makanan khas Surabaya ini bukan sekadar hidangan biasa, tetapi telah menjadi bagian dari budaya kota pahlawan.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Dengan cita rasa yang nikmat dan paduan bumbu yang pas, lontong balap berhasil memikat hati banyak orang, baik yang tinggal di Surabaya maupun luar kota.
Lontong balap pertama kali dikenal di Surabaya dan telah menjadi salah satu hidangan yang sangat populer sejak lama. Konon, nama 'balap' diambil dari cara penyajiannya yang cepat, mirip dengan balapan.
Hidangan ini biasanya disajikan dengan berbagai pelengkap seperti tahu, tempe, dan kecambah. Setiap daerah di Surabaya bahkan memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajian lontong balap.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Bahan utama lontong balap meliputi lontong, tauge, tahu, tempe, dan bumbu kacang. Proses pembuatan lontong sangat penting, karena lontong yang baik harus nasi pulen yang diolah dengan cara dipadatkan dan dikukus.
Setelah lontong siap, biasanya ditambahkan tauge yang direbus, tahu, dan tempe yang digoreng hingga kecokelatan. Bumbu kacang yang menjadi ciri khas diblender halus kemudian disiramkan di atasnya.
Makan lontong balap bukan hanya sekadar menikmati rasa, tetapi juga merupakan ritual sosial yang dilakukan secara bersama-sama. Hidangan ini biasanya dinikmati dalam suasana santai, bersama keluarga atau teman-teman.
Di Surabaya, ada beberapa tempat legendaris yang menawarkan lontong balap yang terkenal dengan rasa dan kesegarannya, seperti di kawasan Kembang Jepun. Menikmati lontong balap di sana menjadi salah satu pengalaman yang harus dicoba.
Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: