BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 00:51 WIB

Fenomena Childfree Meningkat, DKI Jakarta Catat Perubahan Pola Pikir Masyarakat

santaitalks.com – Fenomena childfree, di mana pasangan memilih untuk tidak memiliki anak, semakin menjadi perhatian di kalangan masyarakat urban Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melihat keputusan ini sebagai refleksi dari dinamika sosial yang menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat terkait hak-hak individu.

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, mengungkapkan berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan childfree, termasuk karier dan kondisi ekonomi.

Peningkatan Kesadaran Terhadap Hak Reproduksi

Menurut Iin, keputusan childfree sangat berkaitan dengan kesadaran individu akan hak atas kesehatan reproduksi dan perencanaan hidup. “Dinas PPAPP DKI menekankan keputusan untuk tidak memiliki anak perlu dikaji lebih dalam,” ujarnya.

Beberapa faktor yang mendasari keputusan tersebut antara lain pertimbangan karier, kesehatan mental, dan pandangan terhadap peran keluarga serta pola pengasuhan. Hal ini menunjukkan bahwa individu semakin memahami pilihan mereka dalam membangun kehidupan keluarga.

Lebih lanjut, Iin juga menyatakan bahwa penting bagi pasangan menikah untuk membangun keluarga dengan perencanaan yang matang dan bertanggung jawab secara sosial. “Setiap pasangan harus memahami dengan baik terkait hak dan kesehatan reproduksi,” tegasnya.

Dampak Childfree Terhadap Struktur Demografi

PPAPP DKI Jakarta menyatakan bahwa meski tidak memiliki data pasti mengenai prevalensi childfree di Jakarta, fenomena ini perlu dicermati lebih lanjut. Ada potensi dampaknya terhadap struktur demografi nasional dalam jangka panjang.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil serupa secara nasional. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022, terdapat sekitar 71 ribu perempuan Indonesia berusia 15–49 tahun yang pernah menikah tetapi memilih untuk tidak memiliki anak.

Data BPS mengindikasikan bahwa perempuan yang memilih childfree didominasi oleh dua profil: mereka yang berpendidikan tinggi atau yang berada dalam tekanan ekonomi. Dalam jangka pendek, fenomena ini dapat mengurangi beban subsidi pemerintah terkait pendidikan dan kesehatan anak.

Tantangan Masa Depan dan Kesejahteraan

Meskipun ada potensi pengurangan beban subsidi pemerintah, Iin berpendapat bahwa dalam jangka panjang, kesejahteraan individu yang memilih childfree bisa menjadi tanggungan negara. Hal ini penting menjadi perhatian dalam perencanaan kebijakan sosial ke depan.

Fenomena childfree juga mencerminkan peningkatan kesadaran individu dalam menentukan arah hidup secara mandiri. Namun, pemerintah tetap mengingatkan pentingnya perencanaan keluarga yang sehat, informatif, dan bertanggung jawab untuk keberlanjutan pembangunan sosial.

Iin mengingatkan akan peran keluarga sebagai unit dasar dalam pembangunan manusia dan masyarakat. Kesadaran ini diharapkan dapat mendorong edukasi bagi pasangan tentang tanggung jawab mereka dalam membangun keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Childfree Meningkat, DKI Jakarta Catat Perubahan Pola Pikir Masyarakat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!