santaitalks.com – Gula merupakan bahan makanan yang super populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun, sangat penting untuk menyadari bahwa konsumsi gula berlebihan bisa memicu peradangan dalam tubuh.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gula dapat memengaruhi peradangan, yang berakibat pada masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan pencernaan hingga penyakit kronis.
Peradangan adalah reaksi tubuh terhadap kerusakan atau infeksi. Ketika terdeteksi adanya masalah, sistem kekebalan tubuh akan mengirimkan sel-sel imun untuk melawan penyebab masalah tersebut.
Namun, tidak semua peradangan membawa dampak positif. Peradangan yang berlangsung secara kronis dapat menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit seperti diabetes, jantung, dan arthritis.
Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Ini pada gilirannya dapat memicu peradangan, dan penelitian menunjukkan bahwa fruktosa dari minuman manis dapat meningkatkan peradangan lebih signifikan dibandingkan dengan jenis gula lainnya.
Saat tubuh mengolah gula, produksi sitokin— yaitu protein penting dalam proses peradangan— dapat meningkat. Kadar sitokin yang tinggi ini bisa merusak jaringan tubuh dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Salah satu langkah efektif untuk mengurangi risiko peradangan adalah dengan mengurangi konsumsi gula. Mengganti minuman manis dengan air putih dan memilih makanan utuh tanpa tambahan gula adalah langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan.
Mengenali sumber gula tersembunyi, seperti saos dan makanan olahan, juga sangat dianjurkan oleh ahli kesehatan. Dengan mengetahui makanan yang tinggi gula, kita dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: